Pencairan Dana Pinjaman Koperasi Permata Nagari Lubuk Jantan

Lubuk Jantan, Koperasi Permata Nagari Lubuk Jantan kemarin (31 Oktober 2011) telah mencairkan dana pinjaman untuk Kelompok Nusa Indah III dengan ketua E.A.Rajo Machudum dengan jumlah pinjaman sebesar Rp.9.000.000,-.

Penyerahan dana dilakukan di Kantor Wali Nagari Lubuk Jantan oleh Ibu Muliani (Bendahara Koperasi Permata).

Koperasi Permata sampai saat ini telah mencairkan dana sebesar Rp.526.450.000,- dengan jumlah kelompok sebanyak 29 kelompok.

Tahun ke-2 Penyerahan Insentif Guru Paud/TK dan Garin Masjid se Nagari Lubuk Jantan

            Lubuk Jantan, Penyerahan Insentif guru Paud/TK dan Insentif Garin Masjid se Nagari Lubuk Jantan telah selesai dilaksanakan (31 Oktober 2011). Penyerahan insentif tersebut dilaksanakn di Kantor Wali Nagari Lubuk Jantan.  Ini adalah tahun ke-2, Pemerintah Nagari Lubuk Jantan mengalokasikan Dana DAPN untuk insentif guru Paud / TK dan Insentif Garin Masjid se-Nagari Lubuk Jantan. Penyerahan Insentif ini juga dihadiri oleh Ketua Kerapatan Adat Nagari (KAN) Lubuk Jantan M. Dt. Pdk. Sinaro dan M. Rasyid Syarif ketua Badan Permusyawaratan Rakyat Nagari (BPRN) Lubuk Jantan. Dalam sambutannya Bapak Hermansyah mengatakan ”baru sebanyak inilah kemampuan Nagari untuk memberikan Insentif Guru Paud/TK dan Garin Masjid, janganlah dibandingkan jumlah dengan kerja yang telah kita lakukan karena memang tidak sebanding, tapi untuk saat ini hanya sebanyak itulah kemampuan Nagari untuk memberikannya, mudah-mudahan Insentif ini menjadi motivasi kinerja dan bermanfaat semoga bisa kita tingkatkan dimasa yang akan datang”. Hal yang sama juga ditegaskan oleh Ketua KAN dan Ketua BPRN ” Jikok sakopew tolong di gunuangkan, jikok satitiak tolong dilawikan”. 

Dana Insentif Guru Paud/TK dan Garin Masjid se Nagari Lubuk Jantan akan Cair

Lubuk Jantan, Pemerintah Nagari Lubuk Jantan mengalokasikan Dana DAPN Lubuk Jantan untuk insentif guru Paud / TK se-Nagari Lubuk Jantan dengan jumlah Paud / TK  sebanyak 9 bh dengan jumlah guru sebanyak 25 Orang dan Insentif Garin Masjid sebanyak 13 orang se Nagari Lubuk Jantan.

Dana insentif tersebut menurut Koordinator Kegiatan akan dicairkan, ”Hari Senen Tanggal 31 Oktober 2011, Pemerintahan Nagari Lubuk Jantan akan mencairkan dana Insentif untuk guru Paud / TK se Lubuk Jantan dan Insentif Garin Masjid se Nagari Lubuk Jantan” ulas Bapak Hermansyah. Continue reading

E-KTP TERGANGGU KARENA LISTRIK PADAM

Lubuk Jantan-Lintau Buo Utara, Pemadaman listrik bergilir oleh PLN saat perekaman data E-KTP di Kantor Camat Lintau Buo Utara berimbas pada banyaknya waktu terbuang karena proses perekaman data administrasi dan data fisik warga tidak dapat dilakukan.

Hai itu dikatakan Camat Lintau Buo Utara, menanggapi Pemberitahuan dari PLN Ranting Lintau Buo tentang pemadaman bergilir yang dilakukan oleh pihak PLN, dengan adanya pemberitahuan tersebut Camat langsung membuat surat yang ditujukan kepada PLN Ranting Lintau Buo, kiranya pemadaman tidak dilakukan pada siang hari karena proses perekaman data sedang berlangsung, pemadaman dapat dilakukan pada malam hari diatas jam 20.00 WIB. Continue reading

RUMAH GADANG TUANKU SULTAN ACHMAD

RUMAH GADANG TUANKU SULTAN ACHMAD

Jika kita pergi raun-raun ke Lubuk Jantan, persis di depan Simpang Kalumbuek, jika kita melayangkan pandang ke sebelah kanan jalan, kita akan menemui reruntuhan rumah adat Minangkabau, seperti yang kita lihat pada gambar di atas. Umumnya masyarakat Lubuk Jantan menyebutnya dengan nama “Rumah Seberang Parik” karena posisinya memang berada di seberang parit yang cukup dalam yang harus kita seberangi sebelum mencapai rumah adat tersebut. Sepanjang pengetahuan kami, inilah rumah adat yang paling besar yang pernah dibuat dan bentuknya sedikit berbeda dengan kebanyakan rumah adat yang masih tersisa di Lubuk Jantan. Wow.. sungguh cantik sekali seni bangunan rumah adat ini dan sedikit mirip dengan seni arsitektur istana lama Seri Menanti di Negeri Sembilan, walau sayang sudah tidak terurus dan entah kapan akan ada kemauan kita semua untuk melestarikan seni budaya dan adat Minangkabau yang masih tersisa. Konon kabarnya, kembaran rumah adat ini pernah ditemui dan disampaikan oleh para nenek dan datuk kita di Buo, hanya saja yang di Buo lebih panjang dan lebih besar. Pertanyaan kita, siapakah pemilik rumah adat ini? Continue reading